Kamis, 12 November 2015

Perubahan Besar Untuk Etios, Toyota Siapkan Mesin Baru

Tahun Depan Etios Pakai Mesin Baru

tahun depan etios pakai meisn baru
Perubahan besar sedang disiapkan Toyota buat Etios - Dikabarkan media Brazil, Automotive Business, pekan lalu, hatchback kompak ini bakal menggendong mesin baru berukuran sama.

“Akan ada mesin baru 1.3L serta 1.5L, tak sama dengan kali ini,” ucap Luiz Carlos Andrade Jr, Regional Coordination Officer at Toyota Motor Corporation / Latin America and Caribbean Region.

Kedua jenis mesin itu diproduksi di pabrik baru di Porto Feliz, Sao Paulo, Brazil. Pabrik ini telah mempekerjakan 180 orang serta dikatakan sedang dalam masa pelatihan membikin mesin baru. Saat resmi beroperasi penuh, total pekerja di pabrik mencapai 340 orang.

Bukan hanya mesin, tapi transmisi Etios juga baru. Diketahui, manufaktur Aisin yang bakal membikinnya di pabrik baru di Itu, Sao Paulo. Pembukaan pabrik Porto Feliz serta Itu diperbuat bersamaan pada awal 2016.

Belum ada penjelasan perubahan mesin ini berlaku untuk global alias hanya untuk kawasan Amerika Selatan saja. Etios bodi hatchback diproduksi di Indonesia, tapi menggunakan mesin 1.2L. Lantas apakah alternatif transmisi otomatis bakal terdapat dengan pemakaian mesin baru, belum ada keterangan tambahan dalam tahun depan toyota etios pakai meisn baru ini.

Selasa, 10 November 2015

Dipecat Yamaha, Lorenzo Siap ke Honda

dipecat yamaha, lorenzo siap ke honda
Isu pemecatan Jorge Lorenzo oleh tim Yamaha kian berkembang luas. Media Italia saat ini ramai mengabarkan, pembalap Spanyol itu siap menuju dua tim: Honda alias Ducati.

Isu pemecatan Lorenzo berkembang dalam berbagai kali ini. Sikap Lorenzo yang tidak membela Rossi terkait insiden dengan Marc Marquez di Grand Prix Malaysia menjadi salah satu alasan.

Baca juga :  Media Itali Sebut Kemenangan Lorenzo Itu Sebuah Kecurangan

Media Italia Calcioweb.eu menyatakan, Direktur Tim Yamaha Massimo Meregalli telah gerah dengan kondisi paddock Yamaha karena Rossi serta Lorenzo tidak kunjung akur. Faktor itu ia utarakan dalam wawancara dengan Corsport.

Laporan tidak sama dikabarkan Sportsmediaset yang menyebut Lorenzo telah memiliki tujuan andai dipecat Yamaha. Dua kubu pesaing Honda serta Ducati sehingga tim yang dipilih Lorenzo.

Apabila memilih Ducati, Lorenzo berarti akan bertandem dengan duo Italia Andrea Iannone serta Andrea Dovisiozo musim depan. Tetapi tidak dengan Honda, Marquez serta Sertai Pedrosa tetap tetap dipertahankan sampai musim depan beres. Selanjutnya, duet Marquez-Lorenzo baru dapat terwujud pada musim 2017.
Baca juga :  Tak Juara MotoGP 2015, Rossi Juara Dihati Penonton 

Tetapi faktor yang dikabarkan media Italia tetap sebatas spekulasi sampai seri balap terbaru di Valencia, 8 November kelak berjalan. Sejauh ini, Lorenzo serta Rossi tetap tetap bersaing di satu paddock Yamaha untuk mengejar trofi juara dunia.

Media Itali :Kemenangan Lorenzo Itu Sebuah Kecurangan

Media itali sebut kemenangan lorenzo sebuah kecurangan
Kemenangan Jorge Lorenzo di GP Valencia, Minggu (9/11/2015) tetap menyisakan polemik. Media di Italia menyebut kemenangan tersebut sebagai suatu  kecurangan.

Sejumlah media di negeri kelahiran Velentino Rossi itu merujuk pada abnormalitas sepanjang balapan berjalan. Dalam balapan itu, Marquez yang berada cocok di belakang Lorenzo sama sekali tak sanggup menyalip Lorenzo dalam perlombaan yang berjalan 30 lap alias 420 tikungan.

Baca juga :  Tak Juara MotoGP 2015, Rossi Juara Dihati Penonton

Surat berita Italia Il Corriere della Sera, edisi Senin (9/11/2015), memberi judul provokatif di halaman muka, "Valentino menghadapi kecurangan tiga orang Spanyol", sementara di halaman dalam tahap olahraga dengan judul headline "Motofraude".

Harian olah raga Italia, La Gazzetta dello Sport membikin headline berita dengan judul "Biscottone". Istilah tersebut umumnya dipakai dalam sepak bola untuk dua klub yang sama-sama sepakat untuk hasil imbang di akhir laga.
Baca juga :  Dikawal Marquez, Lorenzo Menjadi Juara Dunia MotoGP 2015

Tuduhan Media Italia atas dugaan "Biscottone" yang melibatkan tiga pembalap Spanyol; Lorenzo, Marc Marquez serta Sertai Pedrosa juga timbul di surat berita La Repubblica. Media tersebut menulis memberi judul berita mutlak mereka dengan "Rossi, Lorenzo, Marquez, serta Biscottone Spanyol,"

Sejumlah media di Eropa semacam La Stampa serta Il Corriere dello Sport juga mengkritisi penampilan Marquez serta Lorenzo di balapan penutup di Sirkuit Ricardo Tormo.

Minggu, 08 November 2015

Tak Juara MotoGP 2015, Rossi Juara Dihati Penonton

Tak Juara MotoGP 2015, Rossi Juara Dihati Penonton
Valentino Rossi menyayangkan seri balap pemungkas MotoGP Valencia di mana ia menyebut pembalap Repsol Marc Marquez sengaja mengawal Jorge Lorenzo sehingga juara dunia musim ini. Tetapi di satu segi ia bahagia karena ucapannya soal konspirasi di Grand Prix Australia dianggapnya sangatlah terwujud.
Baca juga :  Dikawal Marquez, Lorenzo Menjadi Juara Dunia MotoGP 2015
"Saya bahagia karena semua orang dapat menonton apa yang saya katakan di Australia serta saya tidak mengerti sikap Marquez yang demikian. Tetapi jujur saya tidak sanggup berbicara apa-apa untuknya karena saya hanya berharap dirinya dapat merasakan apa yang diperbuatnya di masa mendatang," tegasnya dilansir website resmi balapan.

Lorenzo terbukti keluar sebagai yang tercepat di Sirkuit Ricardo Tormo dalam balapan yang berjalan Minggu (8/11/2015). Mengawali start dari posisi terdepan, joki Movistar Yamaha melesat sejak awal.

Baca juga :  Jelang GP Valencia, Lorenzo Minta Maaf Pada Rossi

Sempat ditempel ketat Marquez serta Sertai Pedrosa di lap-lap akhir, Lorenzo akhirnya tidak terbendung sampai garis finish. Kemenangan pun membawanya keluar sebagai juara dunia MotoGP musim ini..

Selepas balapan, Rossi yang kalah dalam persaingan juara langsung menuding Marquez sengaja membiarkan Lorenzo sehingga yang tercepat. The Doctor menyebut itu terbukti rencana pembalap Spanyol (tergolong Pedrosa) yang mengharapkannya gagal sehingga juara dunia.

Tak berselang lama, Marquez membantahnya. Ia mengaku telah tampil habis-habisan serta menyebut Lorenzo terbukti susah dikejar.

Dikawal Marquez, Lorenzo Menjadi Juara Dunia MotoGP 2015

Jorge Lorenzo akhirnya keluar sebagai juara dunia MotoGP 2015 seusai memenangi seri pemungkas Valencia. Pembalap Movistar Yamaha itu tidak terbendung sejak awal walau rivalnya Valentino Rossi berhasil tampil menggila di Sirkuit Ricardo Tormo, Minggu (8/11/2015).



Lorenzo Berhasil Menjadi Juaran Dunia MotoGP 2015

dikawal marquez, lorenzo juara motogp 2015
Grand Prix Valencia ini terbukti luar biasa. Pasalnya dua pembalap Yamaha Lorenzo dan Rossi tengah bersaing sehingga yang paling baik. Tetapi kesialan didapat Rossi seusai mesti balapan dari posisi buncit dampak hukuman penalti Race Direction MotoGP atas insidennya dengan Marc Marquez di Malaysia, 25 Oktober lalu.

Baca juga :  Jelang GP Valencia, Lorenzo Minta Maaf Pada Rossi

Rossi yang mengawali balapan dari posisi terbuncit pun langsung melesat mengejar Lorenzo. Di pertengahan lap pertama, ia langsung merangsek ke posisi 16 dari sebelumnya 26. di lap selanjutnya, The Doctor langsung masuk sepuluh besar seusai rider Ducati Andrea Iannone mengalami crash.

Di lap ke-15, Rossi yang semakin menggila akhirnya masuk ke posisi empat seusai menyalip duo Espargaro, Pol dan Aleix, dan Andrea Dovizioso. Saat ini bidikan Rossi jelas menuju tiga pembalap terdepan; Lorenzo, Marc Marquez, dan Dani Pedrosa.

Baca juga :  Akan Meninggalkan Yamaha, Lorenzo Mulai Tunjukan Sinyal

Menyisakan delapan lap lagi, posisi tetap belum berubah di mana Lorenzo, Marquez, dan Pedrosa tetap sehingga tiga pembalap teratas. Sedangkan Rossi tetap belum bisa mendekat.

Tetapi persaingan ketiganya justru luar biasa. Menyisakan tiga lap tersisa, waktu Pedrosa dan Marquez semakin naik di mana memberbagi tekanan pada Lorenzo.

Hingga lap terbaru, Lorenzo akhirnya sanggup memertahankan posisinya sebagai pembalap tercepat. Marquez yang semakin mengawal di belakangnya sejak awal, sehingga runner up dibuntuti Pedrosa yang bisa podium ketiga.

Jumat, 06 November 2015

Jelang GP Valencia, Lorenzo Minta Maaf Pada Rossi

Jorge Lorenzo tampaknya mulai sadar kalau gestur yang ia tujukan terhadap Valentino Rossi di Sirkuit Sepang, Malaysia dapat dibilang sangat keterlaluan. Untuk itu, dalam wawancara yang digelar jelang GP Valencia, sang pembalap asal Spanyol tersebut meminta maaf terhadap Valentino Rossi yang tidak lain merupakan rekan setimnya.


Akhirnya, Lorenzo Meminta Maaf Pada Rossi

http://dunia-otomotif1.blogspot.com2015/11/jelang-gp-valencia-lorenzo-minta-maaf.html
''Saya meminta maaf atas gestur yang saya buat. Saya sadar itu bukanlah gestur yang sportif serta pastinya faktor tersebut menjadi contoh bagi tidak sedikit kaum muda,'' ungkap Lorenzo semacam dilansir Sport.
Baca juga : Akan meninggalkan yamaha, lorenzo mulai tunjukan sinyal

Sebelumnya, netizen dihebohkan dengan beredarnya video yang menunjukkan sikap tidak respek Jorge Lorenzo pada rekan satu timnya di Movistar Yamaha Valentino Rossi di Grand Prix MotoGP Malaysia kemarin. Terungkap nyatanya Lorenzo merasa tidak bahagia dengan podium kemenangan yang didapat The Doctor.

Baca juga : Cara modifikasi motor beat drag

Video yang yang diunggah akun Dongeng Malam, memerlihatkan prosesi pemberian trofi di atas podium Sirkuit Internasional Sepang, Minggu (25/10/2015). Rossi yang menempati posisi ketiga, kedapatan diberbagi trofi pertama oleh panitia balapan.

Saat Rossi diberbagi piala, Lorenzo menatap tajam rekannya sejak 2008 itu. Tidak berselang lama, ia memberbagi tanda jempol ke bawah yang mendefinsikania tidak bahagia. Faktor itu jelas tidak sama dengan sikap yang ditunjukkan Sertai Pedrosa. Walau berstatus pembalap tim rival, ia pernah bercanda dengan Rossi yang cuma finish di bawahnya.

Bukan hanya itu, sikap 'hilang respek' Lorenzo di podium pun berlanjut. Apabila Pedrosa serta Rossi asyik mengocok bir ke arah pecintanya, Lorenzo justru langsung masuk ke dalam ruangan meninggalkan dua temannya tersebut.

Akan Meninggalkan Yamaha, Lorenzo Mulai Tunjukan Sinyal

Jorge Lorenzo tampaknya mulai menunjukan sinyal untuk segera meninggalkan Yamaha dalam waktu dekat. Dalam wawancara yang digelar jelang GP Valencia, pembalap asal Spanyol ini mengaku tidak mengenal soal masa depannya bersama tim Yamaha.

Jorge Lorenzo Tunjukan Sinyal Keluar Dari Yamaha


http://dunia-otomotif1.blogspot.com2015/11/akan-meninggalkan-yamaha-lorenzo-mulai.html
''Saya tidak sempat menutup diri serta tidak sempat tahu apa yang bakal diharapkan Yamaha di masa depan. Semacam suatu  pernikahan, tentunya ada ketidaksepahaman,'' ungkap Lorenzo semacam dilansir Sport.

Baca juga : Cara modifikasi satria fu biar kencang

Meski demikian Lorenzo juga tidak menampik kalau dia tetap mempunyai satu tahun kontrak tersisa bersama tim Yamaha. ''Saya tetap mempunyai satu tahun kontrak tersisa (bersama yamaha),'' jelas Lorenzo.

Baca juga : Marquez hampir stres konflik dengan rossi

Lorenzo sendiri menjadi bahan pembicaraan usai memperlihatkan gestur yang sedikit menghina rekan setimnya (valentino rossi) pada saat berada di podium GP Sepang, Malaysia. Kala itu, Lorenzo mengarahkan bunda jarinya ke bawah kala Rossi menerima piala.

Hal tersebut kemudian membikin ia juga dikaitkan dengan insiden yang melibatkan Rossi serta Marc Marquez. Lorenzo dianggap menjadi pihak yang paling diuntungkan dengan insiden tersebut, lantaran sanksi yang kemudian dijatuhkan pada Rossi yang tidak lain merupakan pesaing terberatnya dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP.